You are here
Home > HUKRIM > Pemusnahan Babuk Narkotika, Launching Layanan SKHPN dan Deklarasi Pencanangan Zona Integritas 

Pemusnahan Babuk Narkotika, Launching Layanan SKHPN dan Deklarasi Pencanangan Zona Integritas 

TERNATE – Mewakili Gubernur Maluku Utara (Malut) staf ahli (Sahli) bidang Politik, Hukum dan Pemerintahan (Polhukhan), Sukur Lila, menghadiri acara pemusnahan Barang bukti (Babuk) Narkotika, launching layanan SKHPN modern dan deklarasi pencanangan zona integritas, di kantor Badan Narkotika Nasional Malut, Rabu (7/2/2024).

Pencanangan zona intgritas ini, ditandai dengan dukungan penandatanganan bersama piagam zona integritas oleh Gubernur Malut, Kepala BNN Malut, dan juga di ikuti oleh seluruh unsur Forkopimda, serta Lembaga Kementerian terkait lainnya di wilayah Malut.

Kepala BNN Malut, Brigjen Pol. Deni Dharmapala, dalam sambutannya mengatakan, BNN Malut berkomitmen untuk wujudkan birokrasi yang bersih dan melayani dengan sepenuh hati, serta bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN).

“Wujud komitmen selaku pimpinan BNN Malut beserta jajaran untuk merubah serta meningkatkan integritas individu sehingga dapat menciptakan pelayanan prima yang bebas dari Pungli, Gratifikasi, serta KKN,” katanya.

Menurutnya, selain kompetensi dan integritas aparatur negara, pembangunan zona integritas tidak terlepas dari  dukungan sarana dan prasarana. Olehnya itu, pihaknya mebuat beberapa sarana dan prasarana pendukung berupa ; (tangga akses khusus disabilitas, titik kumpul pelayanan publik, kursi roda penyandang disabilitas, ruang laktasi, ruang ramah anak, inovasi layanan SKHPN berbasis Barcode Boss-BNN one stop service ruang tunggu layanan publik dan cafe mini.

Dirinya berharap, deklarasi bersama melalui pencanangan zona integritas ini, bukan menjadi slogan semata melainkan bukti nyata, keseriusan dan komitmen dari segenap aparatur BNN Malut guna wujudkan tercapainya tata kelola pemerintah dengan peningkatan pakasitas dan akuntabilitas organisasi pemerintah yang bersih dan bebas dari KKN.

Selain itu dirinya melaporkan terkait dengan pemusnahan sejumlah barang bukti Narkotika dengan keterangan sebagai berikut : bahwa dalam rangka
Operasi Nataru 2023-2024 Bersinar, petugas Pemberantasan BNN Malut berhasil meringkus penyalahguna dan pengedar Narkotika, tersangka MK (28 Tahun), TA (31 Tahun) dan RK (51 Tahun).

Peran masing-masing tersangka yaitu MK sebagai pengambil paket di ekspedisi, TA sebagai pengontrol kiriman paket Narkotika, melakukan transaksi pembelian Narkotika lewat jaringan Jakarta dan Pengedar, tersangka RK sebagai pembeli  narkotika. Barang Bukti (Babuk) Narkotika jenis Methamfetamine (Sabu) dengan berat bruto 50,53 gr.

Tidak saja itu, pihaknya juga berhasil mengamankan 7 (tujuh) paket Narkotika golongan 1 jenis Ganja yang dikirim melalui  jasa pengiriman dengan tujuan Maluku Utara, dengan keterangan:

1). Paket Ganja dengan berat Bruto 2,9 kg, paket dari Medan tujuan kota Tidore Kepulauan.
2). Paket Ganja dengan berat Bruto 4,3 kg dari Medan tujuan kota Ternate, Kerja sama dengan Bea Cukai Ternate.
3). Paket Ganja seberat 3,5 kg dari Medan tujuan kota Tidore Kepulauan.
4). Paket Ganja 1,8 kg dari Medan tujuan Bacan Halmahera Selatan.
5). Paket Ganja 3,1 kg dari Medan tujuan Bacan Halmahera Selatan.
6). Paket Ganja 1 kg dari Medan tujuan kota Ternate.
7). Penyerahan 59 gr dan 71 gr Ganja kering hasil temuan dari pihak Lapas Jambula kelas II-A Ternate.

Untuk diketahui, seluruh paket ganja tersebut sudah ditimbang dan dibuatkan Berita Acara oleh kantor UPTD Metrologi Kota Ternate dengan total seberat bruto 16,73 Kg atau 16,730 gram telah diamankan di kantor BNNP Malut. Adapun modus pengiriman Narkotika seluruhnya menggunakan alamat dan identitas palsu, dan tersangka pemilik paket tersebut sampai saat ini masih dalam penyelidikan Tim Pemberantasan BNNP Malut.

“Dari ungkap kasus Narkotika jenis Sabu (amphetamine) tersangka MK dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang – Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, tersangka TA dan RK dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang  No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” jelasnya.

Sementara itu, dalam upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika, Psikotropika dan Bahan adiktif lainnya, dari jumlah barang bukti yang telah disita BNNP yakni Narkotika jenis Sabu seberat brutto 50,53 gram, maka BNN Malut telah menyelamatkan generasi bangsa sejumlah 250 orang dengan asumsi 1 gram dapat disalahgunakan 5 orang dan jika dirupiahkan sejumlah Rp. 126.325.000,00 (Seratus Dua puluh Enam Juta Tiga Ratus Dua Puluh Lima Ribu Rupiah) dengan asumsi 1 gram sabu Rp. 2.500.000 (Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).  Para tersangka kini dalam Sel tahanan BNNP Malut guna kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Sedangkan untuk ganja seberat Bruto 16,73 Kg atau 16,730 gram yang berhasil diamankan, BNN Malut telah menyelamatkan 50.190 generasi bangsa jika diasumsikan 1 gram ganja disalahgunakan 3 orang dan jika dirupiahkan sebesar Rp. 1.673.000.000 (Satu Milyar Enam Ratus Tujuh Puluh Tiga Ribu Rupiah) dengan asumsi 1 gram ganja Rp100.000 (Seratus Ribu Rupiah).

Hadir dalam kegiatan itu, Staf ahli Gubernur Malut bidang Polhukhan, Kepala BNN Malut, Kapolda, Danrem 152/Baabullah, Wakajati, Kabinda Malut, Sekretaris BKKBN Malut serta sejumlah unsur pimpinan Kementerian Lembaga terkait  lainnya. (rls/SMG)

Leave a Reply

Top