You are here
Home > Berita > TERKINI > Anggota DPRD Fraksi PKB Tanggapi Aksi Joget Kepala BPKD Halbar

Anggota DPRD Fraksi PKB Tanggapi Aksi Joget Kepala BPKD Halbar

JAILOLO -Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Halmahera Barat, melalui Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Albert Hama, menanggapi Aksi Joget kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah(BPKD) Sonya Mail. Arbert menilai tindakan yang dilakukan oleh Sonya Mail tersebut tidak patut dipertontonkan di tengah Kondisi Keuangan Daerah yang Kolaps.

Albert Hama, kepada awak media, Rabu(3/1/2024), menyesalkan aksi joget pejabat Halmahera Barat, khususnya Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah(BPKD) Sonya Mail.

Melalui video yang beredar, Sonya Mail tampak bergoyang mengikuti irama lagu dan berjalan kaki di sepanjang jalan bersama kedua kepala dinas dilingkup Pemkab Halbar.

Hal tersebut menurut Albert, sangat ironis, di tengah kondisi tata kelola keuangan daerah yang bobrok sehingga banyak program dan agenda Pemerintah tidak berjalan akibat kekosongan khas Daerah.

“Iya, terkait video tersebut yang sudah beredar luas dan mendapat kritikan banyak masyarakat, tentu memang kurang ajar, video ini sangat sensitif di tengah kondisi keuangan daerah yang tidak sehat yang justru menjadi tanggung jawab yang bersangkutan. Jika tugas utama terbengkalai yang membuat rakyat susah karena keuangan daerah tidak ada, lalu kita malah happy-happy, senang-senang, itu tidak tepat,” ungkap Albert saat menjawab pertanyaan wartawan.

Albert bilang, tata kelola kondisi keuangan daerah saat ini memang sedang bermasalah yang menyebabkan pembiayaan program menjadi terbengkalai. Dia menyebut misalnya berbagai hak Aparatur Sipil Negara (ASN), para non-ASN dari Sekertariat, serta Perijinan, Penyuluh, Tenaga Kesehatan, para Dokter dan lain-lain, yang mana jumlah secara total mencapai ratusan juta dan, sudah dianggarkan dalam APBD namun belum direalisasikan dengan alasan kekosongan Kas Daerah.

Bukan hanya itu kebutuhan Panti Asuhan Permata Hati, Desa Acango, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, juga terbengkalai karena tidak kunjung dicairkan bantuan dana hibah dari Pemda. Berdasarkan hasil kunjungan dia ke panti Asuhan Permata Hati, kondisinya memperihatinkan karena panti asuha  mengalami kekurangan makanan dan minuman.

“Maka sungguh sangat disayangkan, saat masyarakat susah makan dan minum, lalu pejabatnya senang-senang. Itu sesuatu yang tidak patut dilakukan, hal ini sudah sepantasnya kaban BPKD harus dievaluasi.

“Intinya , Kami dorong agar pejabat terkait di bidang keuangan daerah ini harus dievaluasi karena tidak mampu mengatur keuangan daerah dengan baik,” pungkas Albert.(red)

Leave a Reply

Top