You are here
Home > Berita > TERKINI > Sahrir: DPRD Halbar Tak Punya Nyali, Mereka Takut Pemerintahan Jujur

Sahrir: DPRD Halbar Tak Punya Nyali, Mereka Takut Pemerintahan Jujur

JAILOLO – Ketua Sentrum Mahasiswa Indonesia Halmahera Barat DKI Jakarta, Sahrir Jamsin. mengatakan, masyarakat Halbar sudah tidak percaya lagi dengan anggota DPRD Halbar, pasalnya kondisi daerah yang kolaps tetapi lembaga legislatif itu seakan diam seperti boneka tak bernyawa.

Sahrir kepada media ini, Senin(1/1/2024). menegaskan, bahwa banyak sekali problem di pemerintahan JUJUR yang harus menjadi pengawasan oleh DPRD Halbar.

“Saya rasa fungsi pengawasan DPRD Halbar gagal sehingga walaupun negeri yang kolaps seperti saat ini pun DPRD diam,”katanya.

Dirinya juga menuturkan, masalah yang dihadapi Pemerintahan James Uang dan Djufri Muhamad saat ini itu masalah hutang.

“Hari ini banyak utang pihak ketiga bertumpuk, itu semua menjadi beban daerah, saya kira DPRD harus punya nyali melihat ini,”katanya.

Dirinya menyampaikan, selain hutang pihak ketiga yang menjadi beban daerah, DPRD Halbar juga harus mengambil langkah untuk permasalahan hutang seperti biaya Kinerja sejumlah Kepala bidang masing-masing sebesar Rp 1,5 juta, serta biaya kinerja Kepala Dinas sebesar Rp 5- 6 juta setiap bulan, biaya Honor ratusan Non ASN masing-masing sebesar Rp. 1 juta kepada ratusan honorer, serta Remon tenaga kesehatan Non-ASN sebesar Rp 1 juta lebih selama dua bulan kepada masing-masing tenaga kesehatan.

Selain Itu kata dia, ada juga insiatif ratusan penyuluh pertanian selama enam bulan, serta Insentif Honor di Perijinan yang belum dibayar dan insentif Dokter juga masih tertunggak tiga bulan.

Bukan hanya itu, tunggakan honor Forkopimda selama dua bulan juga belum sanggup dibayar oleh BKAD Halbar dan anggaran Partai Politik sebesar Rp 125 juta.

Bahkan Kinerja dan operasional Para camat pada sembilan kecamatan juga belum dibayar serta tamsil guru tak sanggup direalisasikan dan anggaran Ganti Uang Persediaan pada Sekretariat DPRD Halbar yang sebanyak Rp. 1,4 miliar yang dianggarkan hanya dapat dibayar Rp 400 juta pada beberapa bulan terakhir.

“Tentu hal ini sangat disayangkan, masalah yang banyak terjadi di Kabupaten Halmahera barat, saya menguji DPRD Halbar, apakah mereka bisa menyelesaikan masalah ini atau tidak,”tegasnya.

“Jika DPRD Halbar tidak turun tangan dan hanya diam berarti kami masyarakat Halbar menilai anggota DPRD dengan jumlah 25 orang itu tidak punya nyali dan terkesan takut sama kekuasaan James Uang dan Djufri Muhammad,”tegasnya.(red)

Leave a Reply

Top