You are here
Home > POLITIK > Minimnya Akses Penghubung Jalan dan Jembatan Bagi Masyarakat Buru dan Bursel Jadi Perhatian Politisi PKS Mira Tuara

Minimnya Akses Penghubung Jalan dan Jembatan Bagi Masyarakat Buru dan Bursel Jadi Perhatian Politisi PKS Mira Tuara

NAMROLE – Mira Tuara adalah salah satu tokoh perempuan asal Desa Sekat, Kecamatan Kepala Madan Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku.

Tokoh perempuan dan pejuang sosial nama Mira Tuara sudah tidak asing lagi dimata anak-anak yatim dan kaum dhuafa serta para janda di wilayah Kabupaten Buru, maupun Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku.

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini telah berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat dikedua wilayah tersebut jika Allah meridhoi perjalanannya menuju Parlemen Maluku pada Pemilihan Umum tahun 2024 nanti.

Mira dalam melakukan sosialisasi di wilayah Kecamatan Waesama hampir semua Desa dan Dusun disinggahi, sekalipun jalan yang dilewati begitu sulit karena harus melintasi beberapa sungai tanpa jembatan.

Namun tidak menyurutkan langkahnya untuk melihat dan mendengar jeritan rakyat di daerah ini. Antusias masyarakat di wilayah Kecamatan Waesama begitu besar dalam memberikan dukungan kepada mantan pelari tercepat, saat masih menambah ilmu pada SMP Negeri 6 Kota Ternate kala itu.

Selain di wilayah Kecamatan Waesama, Mira Tuara juga turun gunung melakukan sosialisasi ke Kecamatan Kepala Madan sambil berdialog dengan masyarakat dan mendengar keluhan rakyat.

Masyarakat di Kecamatan Kepala Madan sangat mengharapkan jika nanti Mira Tuara dapat mewakili mereka di Parlemen (DPRD) Provinsi Maluku maka mereka menitipkan jalan dan jembatan yang merupakan sarana tansportasi utama dan juga urat nadi masyarakat harus diperjuangkan.

Bagi masyarakat di Kecamatan Kepala Madan dan Leksula dapat sesegera mungkin dibangun oleh pemerintah daerah baik Pemerintah Bursel maupun Pemerintah Daerah Provinsi Maluku.

Fajar udin Limau salah satu tokoh Muda asal Desa Sekat dalam siaran Pers nya di Namrole, kepada media ini, Kamis (7/12/2023) menjelaskan bahwa, sosok Mira Tuara adalah tokoh perempuan yang memiliki komitmen yang kuat untuk menyambung aspirasi rakyat baik di Kabupaten Buru maupun Kabupaten Buru Selatan.

Karena selama ini masyarakat di wilayah Kecamatan Kepala Madan maupun Leksula sangat sulit untuk menjangkau Ibu kota Kabupaten Bursel di Namrole, jika kondisi laut lagi ekstrim masyarakat dikedua wilayah itu termasuk masyarakat di Kecamatan Ambalau harus mempertaruhkan nyawa jika ingin ke Namrole.

“Hal itu disebabkan karena transportasi darat tidak bisa dilewati akibat jalan dan jembatan yang menjadi penghalang, sehingga satu-satunya adalah transportasi laut,” kata Fajar udin Limau.

Jeritan warga itu lebih jauh dijelaskan Mira Tuara bahwa kondisi jalan dan jembatan di wilayah Kabupaten Buru Selatan masih sangat minim bukan hanya di Kecamatan Kepala Madan dan Leksula saja, tetapi sarana jalan dan jembatan di Kecamatan Waesama juga lebih parah lagi.

Bahkan jalan lintas antara Desa Simi dan Lena hingga Waetawa masyarakat hanya memanfaatkan jalan bekas perusahaan login. Kondisi inilah yang membuat Mira
Tuara harus berjuang keras untuk mewujudkan impian masyarakat di Kabupaten Buru Selatan.

Sudah tidak terhitung berapa banyak Wakil Rakyat yang mewakili masyarakat Kabupaten Buru dan Bursel di Parlemen Maluku, namun mereka hanya menebar janji manis tanpa fakta.

“Namun bagi Politisi dari PKS ini sudah membulatkan tekad, jika rakyat memberikan amanah kepada dirinya, maka dia akan bersuara lantang di Gedung DPRD Maluku di Kota Ambon, agar Pemerintah segera membangun jalan dan jembatan di Kabupaten Buru Selatan kata Mira Tuara dengan penuh optimis,” tegasnya. (Lesnusa).

Leave a Reply

Top