You are here
Home > HUKRIM > Polda Jajaran Ungkap Berbagai Kasus, 7 Kasus Penimbunan BBM Subsidi Pemerintah

Polda Jajaran Ungkap Berbagai Kasus, 7 Kasus Penimbunan BBM Subsidi Pemerintah

Ternate, JurnalOne.id – Kepolisian Daerah Maluku Utara, kembali menangkap sebanyak 33 orang sebagai pelaku, dari berbagai kasus yang berhasil diamankan polda jajaran. yakni pelaku perjudian, narkoba, hingga penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi pemerintah.

Dari berbagai kasus yang diamankan, ada 7 kasus merupakan penyelundupan Bahan Bakar Minak (BBM) subsidi secara ilegal yang diamankan Polisi.

Pengkapan ini disampikan Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombespol Michael Irwan Thamsil, pada acara konferensi pers di aula kantor Mapolda Maluku Utara, di Ternate, Senin (29/08/22).

Dijelaskan Michael, tujuh kasus penyelundupan BBM subsisi tersebut, 2 kasus berhasil diungkap jajaran Polres Ternate. 2 kasus diungkap Polres Halmahera Tengah, 1 kasus diungkap Polres Halmahera Selatan, dan 1 kasus diungkap Polres Kepulauan Sula. Sementara 1 kasus diungkap Ditreskrimsus Polda Malut.

Dalam kasus penumbunan BBM ini, Polisi mengamankan sebanyak 11 orang sebagai pelaku, mereka adalah NP (27), YW (48), AP (31), MM (28), ABL (22), RL, SJ (46), YH (30), S dan U.

“ Barang bukti yang diamanakan, satu mobil tangki berisi BBM bersubsidi jenis solar dengan jumlah 12.000 liter atau 12 ton. 1.250 liter BBM subsidi jenis minyak tanah yang diisi dalam 50 jerigen. BBM subsidi jenis pertalite sebanyak 750 liter. BBM subsidi jenis solar dalam tengki ilegal dengan jumlah kurang lebih 600 liter, BBM jenis dexlite sebanyak 5.000 liter atau 5 ton,” ungkap jurubicara Polda Malut itu.

Sementara itu, Kapolres Ternate AKBP Andik Purnomo Sigit menyampikan, kronologi penangkapan mobil tangki yang diamankan Polres Ternate, saat membawa Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsi dilakukan oleh sopir bersama rekanya yang sehari-hari mereka menyuplai BBM ke sejumlah SPBU dan Pelabuhan.

Mereka memanfaatkan kesempatan ditengah perjalanan untuk mencuri sejumlah BBM dari tangki mobil yang akan disuplai ke tempat tujuan dengan cara membuka segel yang telah dipasang pihak pertamina, dan kemudian mereka menjual BBM hasil curian itu ke penada yang siap membeli.

“ Jadi modus pencurian BBM yang dilakukan para sopir dan rekannya, mereka memanfaatkan kelengahan dari petugas tempat tujuan. Dimana sepanjang perjalanan mereka membuka segel yang dipasang pihak pertamina lalu mengambil sejumlah BBM dari mobil tangki dan dijual ke penada. Dan aksi ini telah berlangsung sejak lama,” ungkap Kapolres.

Kapolres menungkapkan, dengan penangkapan penumbunan BBM yang dilakukan oknum sopir pengangkut BBM subsidi, pihaknya bakala menempatkan sejumlah personil yang menjadi titik rawan penelundupan.

” Nantinya kita perkuat pengawasan, dan akan saya sampikan kepada seluruh transportir benar-benar mengawasi kendaraanya bila perlu memasang JPS agar perjalan bisa terkotrol,” tegas Kapolres.(red/SMG)

Leave a Reply

Top