You are here
Home > HUKRIM > Perintah Kapolri, Polres Haltim Kembali Ungkap Penangkapan Kasus BBM dan Judi 

Perintah Kapolri, Polres Haltim Kembali Ungkap Penangkapan Kasus BBM dan Judi 

Haltim, Jurnalone.id – Polres Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, terus gencar memberantas kasus yang menjadi atensi Kapolri, alhasil Polres Haltim berhasil mengungkap 3 kasus judi, 1 kasus BBM, 2 kasus asusila dan penyitaan 1.5 ton minuman keras jenis cap tikus, Senin (29/08/2022).

Pengungkapan kasus disampikan langsung Kapolres Haltim AKBP Edy Sugiharto, didampingi Waka Polres Kompol Abdul Halim Rangkuti, Kabag Ops Kompol Muhammad Azis Ibrahim, Kasie Propam Ipda Haryanto, dan Kapolsek Maba Ipda Jarwadi Rumakuwaur, pada acara konferensi pers, yang digelar diaula Kantor Polres.

Dikatakannya, kasus judi di 3 Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berbeda yakni 2 judi togel online dan 1 judi king/bingo, kasus tersebut ditangkap unit Resmob wato-wato dalam rentang waktu 1 minggu. Sedangkan pemberantasan miras oleh tim Saber Miras Polres Haltim dan jajaran berhasil menyita 1,5 ton miras jenis cap tikus di 16 Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan kemasan galon dan botol, pada periode bulan Juli – Agustus 2022.

Kapolres juga mengatakan bahwa dua kasus tindak pidana asusila persetubuhan anak dibawah umur terjadi di 2 Tempat Kejadian Perkara (KTP) yang berbeda yang pertama dilakukan oleh pelaku MR (33) terhadap korban AN (12) di penginapan Desa Cemara Jaya, Kecamatan Wasile, pada, Jumat (8/7/22).

Sedangkan 1 Tempat Kejadian Perkara (TKP) lagi dilakukan oleh pelaku SY (25) terhadap korban AR (12) di pantai Desa Foli, Kecamatan Wasile Tengah pada, Rabu (04/05/22).

” Pada kasus BBM kapal tangki SPOB SEA BIRD 09 milik PT P. yang di sewa Pt. S untuk mengangkut BBM solar tanpa di lengkapi dokumen berita acaraacara maupun indikasi pidana yang lain yang menyertai, Polres Haltim telah lakukan penangan awal selanjutnya pelimpahan kepada Dit Reskrimsus Polda Malut untuk penanganan lebih lanjut,” ujar kapolres.

Pasal yang di langgar Pasal 303 Ayat (1) ke 1 KUHPidana, di ancam dengan pidana paling lama sepuluh tahun atau pidana denda paling banyak dua puluh lima juta rupuah, barang siapa tanpa mendapatkan ijin. Dengan sengaja menawarkan atau memberikan kesempatan untuk permainan judi dan menjadikanya sebagai pencaharian.

Pasal yang di langgar TP Asusila Pasal 81 ayat (2) dan pasal 82 ayat (1) UU RI no 17 tahun 2016 tentang penerapan peraturan pemerintah pengganti UU no 1 tahun 2016 tentang perubahan ke dua atas UU no 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara 5 s/d 15 tahun.

” Saya berharap kepada masyarakar agar dapat memberi informasi atau melaporkan kepada pihaknya apabila ditemukan pelangaran kriminal sehingga dapat dilakukan penanganan secara tepat dan cepat,” tutup Kapolres.(Iman/SMG)

Leave a Reply

Top