You are here
Home > POLITIK > Jelang Pengumuman, GMNI IngatkanTimsel Bawaslu Malut Objektif

Jelang Pengumuman, GMNI IngatkanTimsel Bawaslu Malut Objektif

TERNATE, JO – Tim Seleksi (Timsel) Calon Anggota Bawaslu Maluku Utara Periode 2022 – 2027 diingatkan untuk tetap objektif dan jangan terjebak isu liar.

Dimana pleno timsel calon anggota Bawaslu Malut akan menetapkan 6 dari 12 calon Anggota Bawaslu yang sudah lulus seleksi tertulis (CAT) dan tes psikologi, untuk dikirimkan ke Bawaslu RI.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( DPD GMNI) Maluku Utara, Nimrod Lasa menegaskan, semua aturan dan tata cara teknis terkait kerja-kerja timsel sudah jelas tercantum dalam UU Pemilu, bahkan lebih detil lagi diatur dalam peraturan Bawaslu dan sangat terbuka untuk umum.

Sementara, kata Nimrod, berkaitan dengan isu yang berkembang bahwa kedapatan beberapa calon Anggota Bawaslu yang pernah disidang atau diberi peringatan oleh DKPP maupun dicurigai yang punya afiliasi dengan partai politik, timsel harusnya lebih objektif dengan tidak menyampingkan unsur-unsur hukum sebagaimana telah ditegaskan dalam peraturan perundang-undangan (Syarat-syarat Pendaftaran).

Agar timsel tidak terjebak dengan berita-berita liar yang kemudian mengarah ke subjektifitas, sebaiknya setiap laporan masyarakat disertai bukti-bukti, misalkan SK partai atau KTA partai.

Kami GMNI Malut menemukan hasil putusan DKPP, beberapa Anggota Bawaslu Malut yang kemudian juga sebagai calon anggota Bawaslu ditemukan pernah disidang di DKPP, dengan Nomor Putusan Pertama: 213/DKPP-PKE-VII/2018, Nomor Putusan Kedua: 304/DKPP-PKE-VII/2018.

Begitu pula salah satu Anggota Bawaslu Kabupaten di Malut yang pernah disidang di DKPP, dengan Nomor Putusan Pertama: 80-PKE-DKPP/II/202. Nomor Putusan Kedua: 154-PKE-DKPP/VI/2021.

“Timsel semestinya menggunakan kewenangannya untuk meminta, membaca dan melihat hasil putusan sidang tersebut, apakah pelanggaran yang diputuskan berat atau ka hanya diberikan peringatan, timsel harus teliti melihat fakta hukum yang ada. Kemudia, ada tuduhan-tuduhan secara subjektif yang dicurigai oknum calon Bawaslu berafiliasi dengan partai politik. Ya timsel juga tinggal menggunakan kewenangannya untuk mengakses data Sipol dengan cara berkoordinasi dengan lembaga Komisi Pemilihan Umum. Sesimpel itu sebenarnya, tidak repot. Kami sarankan, agar timsel tetap mengedapnkan kewenangannya sesuai petunjuk peraturan perundang-undangan, Minggu (30/07/22),” pungkas Nimrod Lasa.

Menurut dia, 12 orang yang lolos adalah putra-putri terbaik Maluku Utara, timsel yang diutus oleh Bawaslu RI juga merupakan orang-orang yang kompeten dan memiliki latar belakang ilmu yang mumpuni guna menciptakan produk anggota Bawaslu yang lebih baik dan lebihnya menggambarkan ciri khas Keindonesiaan.

Ditambahkannya pula “atas nama GMNI Maluku Utara kami yakin 12 Orang yang lolos sampai ketahap ini merupakan Putra-putri terbaik Maluku Utara, yang menjadi Timsel juga rata-rata Akademisi jadi kami percaya dapat melahirkan produk Anggota Bawaslu yang lebih baik dan tentunya jangan mengabaikan¬† ciri khas keindonesiaan yakni, keragaman, kesetaraan gender dan pluralisme,” tutup Nimrod.(Iman/SMG)

Leave a Reply

Top