You are here
Home > Berita > TERKINI > Wali Kota M Tauhid Soleman Launching Logo Hajat ke-771

Wali Kota M Tauhid Soleman Launching Logo Hajat ke-771

Ternate, Jurnalone.id – Meskipun cuacah tidak bersabat, namun pelaksanaan kegiatan launching logo Hari Jadi Ternate (Hajat) ke-771 tahun 2021 berlangsung sukses dan lancar. Acara launching ini ditandai dengan pemukulan 771 alat tradisional dolo-dolo yang diawali oleh Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman kemudian diikuti seluruh usur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinpda) serta warga masyarakat Kota Ternate yang ikut meramaikan launching logo Hajat tersebut, Minggu (5/12/2021).

Wali Kota Ternate dalam sambutannya mengatakan, launching logi Hari Jadi Ternate ke-771 tahun 2021 ini diangkronimkan menjadi Hajat yang dulu disebut dengan HJT. Kata Wali Kota kata Hajat bagi orang Ternate adalah do’a atau sebuah ritual yang harus kita lakukan. “Jadi Hajat itu adalah Hari Jadi Ternate yang ke-771 hitungannya adalah 1250 masehi”, jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Wali Kota menyampaikan, dalam beberapa hari sebelumnya ia menghadiri dua event utama yang ada kaitannya dengan kegiatan launching logi Hajat ke-771 di gelar Pemkot Ternate ini, pertama adalah kegiatan ICCN yang dilaksanakan di Pekan Baru, Riu yaitu kota-kota kreatif seluruh Indonesia, dan Ternate adalah salah kota masuk dalam bagian dari kota kreatif.

Kemudian, kita juga mengikuti kegiatan Jari Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Bogor, Jawa Barat. “Jadi launching Hajat ke-771 kali ini insya-Allah ada brending yang akan kita harus sampaikan kepada seluruh masyarakat dalam rangka sosialisasi atau diistilakan internalisasi bahkan saya bilang bahwa brending ini harus ninternasionalisasi, apa brendingnnya kita berharap Ternate nanti insya-Allah dapat ditetapkan sebagai kota rempah (space aline) karena kota rempah ini ada sejarahnya, cengkeh dan pala yang menyebabkan bangsa-bangsa asing masuk ke Ternate yang insya-Allah menjadi breanding kita ke depan,” jelasnya.

Makanya kegiatan pada hari ini kemarin sebagian kaos panitia ada gambar cengkeh menandakan kebangkita kita isnya-Allah ke depan Ternate bisa ditetapkan sebagai kota rempah jika kita mengikuti Jaringan Kota Pusaka Indonesia, sedangkan kita mengikuti ICCN insya-Allah kota Ternate di akui juga sebagai kota kreativ. “Jadi mudah-mudahan kolaborasi yang kita bangun melalui Hajat yang kita bersama-sama rilis ini insya-Allah memperkuat kekuatan kita ke kedepan karena ada rumusnya yaitu sejarah dengan wawasan insya-Allah menjadi bagian dari nilai ekonomi kita kedepan,” ungkapnya.

Tauhid menambahkan menurut menteri pariwisata bahwa dengan kondisi seperti ini ada tiga hal harus kita lakukan yang pertama kita harus mampu untuk berinovasi, kedua kita harus melakukan adaptasi jadi adaptasi salah satunya kota tetap menjaga protokol kesehatan dan ketiga yang paling terpenting adalah kolabirasi jadi diharap bagi seluruh eleman mampu memperkuat Ternate ini lebih maju kedepan atau Ternate Mandiri dan Berkeadilan (Ternate Andalan).” Saya menyampaikan terimakasi atas kehadiran seluruh warga masyarakat di acara launching Hajat ke-771 tahun 2021 ini,” ucapnya.

Terpisah Ketua Hajat ke-771 tahun 2021 Rizal Marsaoly menambahkan pelaksanaan launching logo Hari Jadi Ternate (Hajat) ke-771 ini barlansung dengan baik, Hajat kali ini langsung dilaungching oleh Wali Kota Ternate yang di hadiri oleh Forkompinda kota Ternate, pipimpina OPD dan tak kala penting adalah kita libatkan setiap warga dari setiap kelurahan untuk menghadiri acar launching Hajat kali ini.

Hajat kali ini agak berbeda dengan tahun kemarin karena akselarasi program kegiatan kita lebih banyak di tingkat kelurahan sehingga menuju hari puncak atau tepat pada 29 Desember 2021 ada beberapa kegiatan misalnya grafiting, pasar murah dengan melibatkan semua ritail ada di kota Ternate, lokasinya mereka lakukan di setiap kelurahan yang di kota Ternate dengan tujuan untuk meningkatkan kondisi pasca ekonomi dalam pemulihan, dan akan dibuat pameran UMKM di benteng Fort Oranje dengan melibatkam seluruh pelaku UMKM untuk bisa ikut berpartisipasi di pameran ini.

Kemudian dirangkaikan dengan ada 20×10 adalah kegiatan Tono Nako yang dimana melibatkan berbagai komunitas yang ada, satu komunitas mendapat fasilitas kurang Rp. 20 juta untuk melahurkan kegiatan-kegiatan kreatif dalam rangkaian Hajat kali. “Pak wali berkeinganan masyarakat dilibatkan ful sehingga panitia mencoba untuk meramu konten yang memang ada keterlibatan masyarakat,” tambahnya.

Rizal berharap dimumentum Hajat kali ini bukan hanya pemerintaj kota tapi hajat bagi seluruh warga masyarakat kota Ternate sehingga program-program yang kita lahirkan seluruhnya tematiknya untik kepentingan masyarakat. “Nah harapan kedepan tentunya ini menjadi hal baru dengan visi Ternate Mandiri dam Berkeadilan akan kami wujudkan berbagai program-program kegiatan yang sama-sama berkolaborasi dan sama-sama berinovasi untuk menjadikan Ternate insya-Allah menjadi Ternate yang lebih baik,” harapnya.

Menurutnya yang paling terpenting kegiata ini adalah bagaimana meningkatkan pelayanan atau fasilitas pendukung bagi masyarakat yang ada di setiap kelurahan, terutama Hajat kali ini kita melibatkan Moti, Hiri, dan Bantang Dua sehingga tematiknya ada. “Jadi ada tiga kegiatan yang kita lakukan di luar kota Ternate yakni di Moti dengan Moti Ferbonnya, Hiri dengan Festival Hiri, kemudian juga dengan Batang Dua, mudah-mudahan berjalan lancara sesuai rencana,” tutup Rizal. (Rbk)

Leave a Reply

Top
error: Content is protected !!