You are here
Home > POLITIK > Menguat Wacana Politik 2024, Ini Pandangan Pengamat Politik

Menguat Wacana Politik 2024, Ini Pandangan Pengamat Politik

Ternate, Jurnalone.id – Pemilihan kepala daerah serentak masih memiliki waktu yang panjang, namun sejumlah nama mulai mencuat menuju pesta demokrasi 2024 mendatang, khusnya politik lokal Maluku Utara. Mulai dari tokoh politik, birokrasi, sosial, bahkan toko keagamaan sudah menjadi wacana ditengah-tengah publik saat ini.

Bahakan mencuat sejumlah nama kepala daerah aktif Bupati dan Walikota di Maluku Utara, seperti Walikota Tidore Kepulan Capten Ali Ibrahim, Bupati Pulau Morotai Benny Laos, Bupati Halmahera Tengah Edy Langkara, dan Bupati Pulau Taliabu Aliong Mus.

Tak hanya itu, belakangan ini mucul nama Bahrain Kasuba sebagai tokoh politik muda Maluku Utara, juga ikut mencut ditengah publik pada setiap kesempatan.

Nama Bahrain Kasuba tentu tak asing bagi masyarakat Maluku Utara, khusunya masyarakat Halmahera Selatan.

Meski saat ini dirinya tak lagi sebagai bagian dari sistem pemerintah, namun mantan Bupati Halmahera Selatan itu aktif mememberikan pikiran dan dukungan kepada pemerintah daerah Maluku Utara untuk pembangunan daerah, apalagi saat ini Maluku Utara menghadapi event STQ Nasional.

Langkah itu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sebagai anak bangsa dan juga sebagai figur muda Maluku Utara yang memiliki tanggung jawab kemajuan daerah.

“ Selaku orang politik ya tetap siap jika dikendaki masyarakat menuju politik 2024. Saya memang saat ini banyak ke darerah- daerah termasuk sering ke Sofifi meski saya sudah diluar sitem, Saya tetap mendapingi Gubernur untuk mengsukseskan STQ nasional. Saya harus ikut memberikan pikiran-pikiran baik kepada Gubernur agar pembangunan daerah harus terus tumbuh,” jelasnya

Melalui media ini, Selasa (21/09/21), pengamat politik Maluku Utara, Dr.Saiful Ahmad juga sebagai Ketua Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) Cabang Maluku Utara mengatakan, wacana politik menuju Maluku Utara satu adalah hak semua orang, apalagi para elit politik, elit birokrasi, elit sosial, dan juga elit keagamaan.

“ Selaku Ketua AIPI Maluku Utara, Saya memandang wacana politik ini adalah sesuatu yang boleh-boleh saja, biasa terjadi pada dinamika politik terutama politik lokal. Semua warga masyarakat terutama para elit politik, birokrasi, sosial, maupun keagamaan itu punya hak yang sama. Yang perlu dilakukan adalah bagaiman dia melakukan sosialisasi secara baik dan terukur. Secara baik artinya dia tidak boleh mengsosialisasikan diri dengan sentimen sara itu harus dihindari,” kata Dr.Saiful Ahmaf.

Selaku Ketua AIPI, Saiful Ahmad juga memandang para tokoh saat ini menjadi wacana menuju politik 2024 merupakan kesempatan yang tepat untuk menujukan kebolehan diri seorang tokoh kepada masyarakat dengan berbagai kegiatan-kegiatan nyata. Dengan itu masyarakat dapat melihat dan menilai untuk memilih pemimpin kedepan yang tepat.

“ Dia harus mampu juga meyakinkan kembali konstituwennya, apalagi dia pernah menjadi atau sedang menjabat baik bupati, walikota dan anggota legislatif, yang harus ditunjukan adalah dirinya masih mampuh untuk tampil. Menurut saya adalah dia mampu menjaga janjinya yang pernah disampikan jangan sampai masyarakat menilah ini adalah hanya janji-janji politik saja, itu yang perlu digaris bawahi setiap toko yang berkepentigan pada politik 2024 mendatang,” ungkap Saiful, pengamat politik Maluku Utara itu.(red)

Leave a Reply

Top
error: Content is protected !!