You are here
Home > PEMERINTAHAN > Pemkab Sula Mulai Jajaki Lokasi Pemantauan Hilal

Pemkab Sula Mulai Jajaki Lokasi Pemantauan Hilal

Sanana, jurnalone.id – Menjelang Bulan suci Ramadhan, Kantor Kementerian Agama bersama Bagian Kesra Setda Kabupaten Kepulauan Sula, menjajaki lokasi untuk melakukan pemantauan hilal atau Rukyatulhilal atau mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang tampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi).

” Sementara kami menjajaki di wilayah kecamatan Sulabesi Barat di pesisir desa Skom, Waiina dan akan kami lanjutkan di desa Kabau dan Ona, untuk mencari lokasi yang paling tepat,”ungkap Kabag Kesra, Basiludin Labesi.

Hisab adalah perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah. Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, yakni penampakan bulan sabit yang tampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak.

Bulan Ramadhan akan datang dalam hitungan hari. Para pemuka agama, masyarakat, serta ilmuwan bersama-sama melakukan rukyatul hilal (melihat hilal). Metode pertama adalah menggunakan mata telanjang, tanpa alat bantu optik sama sekali. Sehingga menghasilkan fenomena kasatmata-telanjang.

Metode kedua dilakukan dengan menggunakan alat bantu optik terutama teleskop, namun tetap mengandalkan penglihatan mata, dan metode terakhir adalah dengan menggunakan alat optik terutama teleskop yang terangkai dengan sensor/ kamera.

Dari ketiga metode tersebut, yang paling populer adalah penggunaan metode mata telanjang dan mata yang dibantu oleh alat optik khususnya teleskop.

Kepada media jurnalone.id saat ikut menyaksikan penjajakan lokasi kepal bagian Kesra Setda kabupaten kepulauan Sula Basiludin Labesi menyatakan,
setelah melihat titik yang paling baik,
selanjutnya akan disampaikan pada pimpinan untuk menyetujui lokasi yang akan disiapkan nanti sebagai tempat pantauan hilal dan insyaallah bersama semua lembaga terkait akan dilibatkan untuk bersama kelokasi yang disiapkan kemudian bersama sama kita melakukan pengamatan.

“Mengingat baru pertama kalinya, kemudian kita belum memiliki tempat yang resmi, melalui inisiatif kepala seksi bimas Islam Kemenag mengajak untuk mencoba melihat titik hilal. Dan hari kami sampai di desa Wai ina bersama pa Bobi Fachrudin, Kasi Bimas Islam Kemenag memililh wilayah Sula barat yang memiliki Medan pandangan luas ke arah barat dan tidak terbatasi oleh halangan (obstacles) tertentu di cakrawala baik berupa bukit, gunung, maupun sekadar pepohonan tinggi.”tutup Kabag Kesra, Bassiludin Labesi.(02/Ris)

Leave a Reply

Top