You are here
Home > PEMERINTAHAN > Bentuk Kawasan Khusus Ibu Kota Provinsi, Masyarakat Diharapkan Satukan Persepsi

Bentuk Kawasan Khusus Ibu Kota Provinsi, Masyarakat Diharapkan Satukan Persepsi

Tidore, Jurnalone.id – Usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman MoU antara Gubernur, Wali Kota Tidore Kepulauan Capt Ali Ibrahim, dan Bupati Halmahera Barat James Uang, yang dilangsungkan di kantor perwakilan Pemprov Malut di Ternate pada, Rabu (31/3/2021) kemarin. Tim Percepatan Pembentukan Kawasan Khusus Ibu Kota Provinsi Maluku Utara yang diketuai oleh Apep Fajar Kurniawan yang juga sebagai Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Politik dan Pembentukan Jaringan bersama Direktur Kawasan Kota dan Perbatasan Negara, Thomas Umbu Pati langsung melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Halbar dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan pada Kamis (1/4/2021).

Saat melakukan pertemuan dengan Walikota Tidore Kepulauan yang juga dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, perangkat kesultanan Tidore dan Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan di kantor Walikota. Ketua Tim Apep Fajar Kurniawan memaparkan, Tidore sebagai salah satu daerah yang sarat akan sejarah sehingga menjadi bagian dari kepingan Republik Indonesia Ini. Untuk itu, Tidore harus menjadi perhatian tidak hanya mengenang para pelaku sejarahnya tapi bagaimana warisan yang telah ditanamkan harus dijadikan sebagai sejarah baru untuk Tidore yang sekarang dan kedepan.

Dirinya kemudian menjelaskan, kedatangan pihaknya ke Maluku Utara dalam rangka mencari solusi dari berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan oleh Gubernur kepada Presiden saat melakukan kunjungan ke Maluku Utara. Intinya bagaimana Sofifi ini bisa maju, bisa berkembang termasuk didaerah yang berdekatan dengan Sofifi.

Menurutnya, Tim Percepatan Pembentukan Kawasan Khusus Ibu Kota Sofifi ini punya tujuan untuk mencari solusi terbaik setelah Presiden menerima baik usulan Gubernur lalu menginstruksikan kepada Menteri Dalam Negeri untuk langsung membentuk Tim.

“Kami bersama rombongan hadir ke sini tidak ada niat lain kecuali bagaimana kita merumuskan, membangun kolaborasi, sinergi, kemitraan dan kerjasama untuk mencari formulasi terbaik membangun kota Sofifi dan sekitarnya” ungkapnya.

Apep Fajar Kurniawan juga menyentil bahwa kedatangan rombongannya ke Maluku Utara tidak ada satupun misi untuk membentuk Daerah Otonomi Baru. Untuk itu, tidak perlu cemas atau khawatir apalagi sampai mengembangkan perspektif negatif.

“Kita harus punya satu niat dan spirit bersama dalam membangun Kota Sofifi semoga apa yang diharapkan dapat terwujud dalam waktu yang tidak lama”.

Sementara Direktur Kawasan Kota dan Perbatasan Negara, Thomas Umbu Pati juga menekankan bahwa kedatangan pihaknya tidak ada kaitan dengan DOB melainkan kawasan khusus.

Menurutnya, kawasan khusus ini karena ada startegi kepentingan nasional dalam rangka mendorong percepatan pembangunan Ibu Kota Provinsi. Dirinya menjelaskan, kenapa ibu Kota Provinsi di Sofifi ini sudah lama terbentuk tapi proses perkembangannya kurang optimal sehingga kemudian kami datang untuk mendiagnosa masalah-masalah apa yang menghambat baik dari sisi kewenangan, Tata Ruang, Kelembagaan, anggaran dan aspek lainnya.

Pihaknya juga optimis untuk maramu berbagai persoalan secara komprehensif lalu kemudian kembali ke Jakarta untuk merumuskan atau melahirkan kebijakan seperti apa yang mampu mengatasi berbagai masalah yang ada.

“Kami juga akan mengkaji aspirasi empat kecamatan di wilayah Oba sehingga Sofifi dapat berjalan secara optimal”. Terangnya.

Sekedar diketahui, dalam pertemuan tersebut juga di dampingi oleh Staf Ahli Gubernur Idham Umasangadji dan Karo PKKP Malut, Rahwan K Suamba.(HNR)

Leave a Reply

Top
error: Content is protected !!