You are here
Home > Berita > TERKINI > Dorong Perekonomian Masyarakat, Pemkab Halbar Fokus Produksi Kelapa, Cengkih Dan Pala

Dorong Perekonomian Masyarakat, Pemkab Halbar Fokus Produksi Kelapa, Cengkih Dan Pala

JAILOLO – Untuk mendorong perekonomian masyarakat, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), mengembangkan sektor pertanian.

Di Maluku Utara sendiri, sekitar 50 persen masyarakat dengan pekerjaannya petani Kelapa, Cengkih dan Pala, olehnya itu melalui program utama Dinas Pertanian (Distan) Provinsi adalah program gerakan Maluku Utara menanam dan program gerakan oreintasi mengekspor untuk rakyat sejahtera.

Untuk gerakan Maluku Utara menanam ini, tujuannya bagaiman meningkatkan ketahanan pangan di maluku utara dan gerakan oreintasi ekspor dengan tujuan peningkatan kesejahteraan petani.

”Bagaimana untuk mensejahterakan petani, maka langkah yang harus kita lakukan adalah mendorong komuditi kelapa, cengkih dan pala untuk gerakan ekspor,”ungkap Rizal, ditemui di ruang bupati, Senin (9/11).

Ia menambahkan, untuk mengembangkan tiga komoditi seperti Kelapa, Cengkih dan Pala, dirinya langsung meninjau lokasi pembuatan atau produksi kelapa putih di Desa Akediri Kecamatan Jailolo dan menemui salah satu pengusaha kopra di Desa Awer, sehingga tiga komoditi ini bisa di ekspor tahun 2021.

”Kita akan coba satu pengusaha, karena pengusahan ini punya banyak petani, jadi kalau satu pengusahan bisa sukses, maka tahun 2022, kita akan kembangkan ke pengusaha yang lain,”katanya.

Mantan Kabag Humas Pemkab Halbar ini menjelaskan, pengusaha harus dilibatkan, karena ada anggaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang saat ini tidak terserap dengan baik, padahal anggaran KUR di Maluku Utara sebesar Rp 1 triliun, tapi yang terserap hanya Rp. 25 miliar per tahun.

”Jadi kita berharapa kedepan, pengusaha bisa memanfaatkan KUR Ofttaker, dengan pola baru seperti pengusaha bisa ambil KUR Rp. 2 miliar, kemudian membangun kerjasama dengan petani untuk memanfaatkan KUR,”jelasnya.

Kadis Pertanian Provinsi ini menambahkan, pengembangan sektor pertanian tidak mampu jika menggunakan APBD maupun APBN, olehnya itu dana KUR sangat penting di dorong untuk dimanfaatkan oleh para petani dengan cara bekerja sama dengan pengusaha, karena pengusaha punya banyak relasi petani, sehingga pengusaha bisa memanfaatkan dana KUR untuk membeli sarana dan prasarana produksi pertanian.

”Sehingga pemerintah berbaharap sektor ril bergerak, kegiatan pertanian produktif, hilirisasi bisa bergerak, agar kelapa bukan hanya kopra saja, tapi bisa diolah menjadi VCO dan lainnya,”pungkasnya.(red)

Leave a Reply

Top
error: Content is protected !!