You are here
Home > Berita > TERKINI > Sholat ID di Morotai Berlangsung Lancar dan Khimat

Sholat ID di Morotai Berlangsung Lancar dan Khimat

MOROTAI, ONE.id– Sholat Idul Fitri 1441 Hijriyah/2020 Masehi di Kabupaten Pulau Morotai berlangsung lancar dan khimat. Kali ini warga melaksanakan di Masjid di masing-masing Desa, ini dilakukan setelah Satgas Covid-19 bersama MUI, PHBI dan Para Imam bersepakat dalam rapat di Marahai Villa. Jumat (22/5/20).

Pantauan media ini untuk pusat kota Daruba sebagai ibu kota kabupaten ada empat Masjid besar yang menjadi kosentrasi jamaah melaksanakan sholat id, yakni masjid desa Daruba, Gotalamo, Muhajirin dan Desa Yayasan.

Di Masjid An Nur Desa Daruba, terlihat sejak pukul 06:30 WIT masjid yang berukuran 30 kali 50 itu telah dipadati para jamaah baik laki laki maupun perempuan. Jamaah perempuan sendiri ditempatkan di tenda diluar masjid.

Terlihat pula protokol kesehatan dijalankan oleh Satgas Desa, disiapkan tempat cuci tangan dan setiap jamah di scener suhu tubuhnya. Namun suasana seperti biasa terlihat masyarakat saling berjabat tangan sebagai bentuk saling silaturahmi seperti seakan tidak adanya ancaman virus Corona.

“Kita disini zona aman dari virus Corona, sehingga kita tidak kwatir, karena sebelumnya sebulan penuh ramadhan seluruh jamaah sholat di Masjid ini,” ungkap Hamjah Baba, wakil imam masjid An Nur Daruba.

Sholat yang dimulai serentak pada pukul 07.30 WIT, Jamah Masjid tumpah ruah hingga di tenda tenda di luar Masjid.

Disaf depan terlihat sejumlah anggota DPRD asal Desa Daruba yakni Hi Zainal Karim dan Suaib Hi Kamel, selain itu sejumlah pejabat ASN juga terlihat di Saf pertama, kedua dan ketiga.

“Syukur alhamdulilah karena virus corona, hari kami jamah An Nur Desa Daruba bisa sholat Idul Fitri di masjid ini, yang mana sudah 10 tahun lebih tidak perna digelar Sholat ID di Masjid, karena untuk pusat kota Daruba Pemda fokuskan di satu titik yakni lapangan bola MTQ,” ujar Darwin, penuh haru.

Masjid An Nur sendiri dalam Sholat Id kali ini menurunkan imam senior Hi Imuti Kira, pengantar khutbah wakil imam Hamja Baba dan Khatib dari kantor Kementerian Agama Kabupaten Pulau Morotai, In Ahmad.

“Hikmah Dibalik Virus Corona” itulah judul khutbah yang disampaikan khatib In Ahmad. Ia paparkan, belum hilang di ingatan kita bahwa Indonesia sebelumnya di guncang bencana alam banjir dan gempa bumi, kini di tahun 2020 kembali diberikan cobaan oleh Allah yaitu wabah penyakit yang mematikan pandemi Covid-19.

Hari ini, kata khatib, bangsa Indonesia bersedih, karena ratusan ribu orang yang menjadi korban dari virus corona. Baik itu yang terpapar, meninggal dan hilangnya pekerjaan. Sehingga rakyat negeri ini terpuruk jatuh dalam jurang kemiskinan. Bahkan, ada yang tidak dapat merayakan hari kemenangan ini.

Dirinya juga mengingatkan, agar jamah yang punya ekonomi mapan atau berkelebihan dalam kondisi saat ini agar selalu menyantuni para janda dan anak yatim piatu. Selain itu, memperhatikan ibu sendiri. Karena Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam sendiri pernah berkata Al Jannatu Tahta Aqdha Mil Ummihati atau Surga dibawa telapak kaki ibu.

Khatib tegaskan, ada tiga hal yang dapat dilakukan sebagai seorang muslim dan bagian dari masyarakat dalam mencegah penyebaran wabah Virus Corona.

Pertama, memperkuat dan mempertebal keimanan kepada Allah. Sebab iman yang kuat akan menuntun kita pada sikap hidup yang optimis dan yakin adanya pertolongan Allah. Kedua, mengisolasi diri, menahan diri untuk tidak beraktivitas dengan banyak orang atau berkerumun.

Dan, Ketiga, saling menguatkan dan tolong menolong, karena tidak ada seorangpun yang ingin tertimpa musibah, terjangkit virus. Tetapi tidak seorang pun yang bisa memastikan bahwa dirinya akan bebas dari virus ini.

Untuk itulah setiap orang terlebih seorang muslim, harus mau untuk saling menguatkan dan tolong-menolong satu sama lain. Saling bertukar informasi yang valid dan benar bahkan suatu saat akan dilakukan lockdown, maka setiap
anggota masyarakat bisa saling memberi dan menjaga ketersediaan bahan
pokok. Bukan sebaliknya malah memanfaatkan kondisi bencana untuk
meraup keuntungan pribadi.

“Wabah Covid-19 adalah ujian yang diberikan Allah kepada kita, untuk menguji supa yang lebih baik amalnya. Setiap musibah selalu terdapat banyak hikmah, karena Allah tidak sia sia memberikan kepada kita musibah,” pungkasnya.(Oje)

Leave a Reply

Top
error: Content is protected !!